Join MultiplyOpen a Free ShopSign InHelp
MultiplyLogo
SEARCH

Memayu Hayuning Bawono...

Journal

Blog EntrySep 30, '08 6:34 AM
for everyone
Sasmito dan Keluarga mengucapkan :
Selamat Hari Raya Iedul Fitri 1429 H
Minal Aidzin Wal Faidzin
Mohon Maaf Lahir dan Batin

Blog EntrySep 22, '08 8:44 AM
for everyone
Sebenernya niat untuk nyambangin warung ini sudah lama, berawal dari liputan di sebuah stasiun televisi swasta, hingga timbul niatan untuk nyicipin lezatnya tongseng ini.
Sempet juga searching di Mbah Google, untuk nyari lokasi warung ini....ndelalah, tkpnya ternyata jalur yang sering saya lewati kalo pulang dari bengkel langganan...
Beberapa kali juga saya ngomporin teman-teman yang doyan wisata kuliner, untuk mampir ke warung ini...tapi gagal karena kebentur
 waktu...:)
Akhirnya, kemarin sepulang ngebengkel...sukseslah saya mampir bersama nyonya ke warung ini, karena nyonya juga penasaran dengan cerita tentang tongseng si Mbah Ani ini.
Ujung-ujungnya niat awal hanya untuk nganterin jadi berubah karena akhirnya saya dengan sangat menyesal jadi batal puasanya gara-gara lihat sang nyonya yang tampaknya menikmati sekali enaknya tongseng ini....bah...jadi ketahuan deh.
Intinya....beda banget sama tongseng-tongseng yang lain, irisan kolnya cuma sedikit, tapi potongan dagingnya ? wah.....banyak dan besar-besar ( ada irisan hatinya juga).....tambah es teh manis cuma habis 17ribu...
Sayang, kemarin saya ndak habiskan kuahnya yang menurut saya pas banget racikan bumbunya, karena saya lupa pesan yang ndak pedes....eh malah yg disajikan bukan main pedasnya (menurut takaran lidah saya)....
Hmmm....yah akhirnya...dalam cuaca siang yang terik, saya cuma bisa meminta maaf kepada Allah, karena hari itu saya batal puasa, tapi juga mengucapkan syukur Alhamdulilah, karena masih diberi kesempatan menikmati kelezatan kuliner yang maknyuss.....:-p 


Tongseng Mbah Ani ( warung warna biru dekat tikungan Kodam, depannya ada masjid besar)
Jl. Raya Pesanggrahan, Kodam Bintaro
Jakarta Selatan 

Blog EntrySep 17, '08 8:56 AM
for everyone

Suatu saat aku sempat kembali merenungi diriku sendiri, hanya karena satu hal yang tak pernah terpikirkan olehku. Disaat aku pergi jauh, mereka menanti dengan penuh harap. Apalagi si kecil, dari sms bundanya, aku tahu dia sudah menungguku sejak lepas magrib di depan gerbang rumah. Tekadnya kuat, menungguku pulang dan tak mau masuk ke dalam rumah walau malam mulai larut, namun akhirnya kantuk dan lelahnya mengalahkan keinginannya menantiku yang terlambat pulang.

  Aku tahu apa salahku, mungkin aku terlalu memaksakan keinginanku untuk pergi. Mungkin aku terlalu memaksakan ego ku, dan melupakan kalian yang lebih membutuhkanku  di waktu liburku. Sempat terbayang olehku wajah si kecil yang memanggilku lirih, atau saat dia bertanya kepada bundanya....’ayah kemana bunda ??? ‘.

  Kutahu waktuku tak banyak tuk bersama kalian, andai saja kusadari betapa berharganya waktu berada diantara kalian. Mungkin tak sebanding dengan kesenanganku menikmati deru angin di atas sepeda motorku, berjalan beriringan bersama teman-teman, atau ketika menekuk setang motorku, melibas setiap tikungan yang ada, hingga semua adrenalin ini lepas.....Kutahu mungkin akan lebih indah bercengkerama bersama kalian di rumah, dalam hangatnya suasana, atau mengajari si kecil sedikit apa yang kumiliki tuk bekalnya dewasa kelak.

  Maafkan aku jika aku lupa sayang, maafkan aku jika kemarin aku tak pernah sadari bahwa ada kalian di dalam hidupku. Aku tahu kalian yang selalu khawatir dengan keadaanku. Aku tahu aku pasti akan kembali kepada kalian, di dalam situasi apapun, kalian yang akan selalu menerima ku dengan tangan terbuka. Dan aku hanya bisa berdoa agar diberi keselamatan dalam setiap perjalanan ku pulang. Semoga aku tidak terlambat menyadari ini semua, semoga aku tidak terlambat untuk hadir diantara kalian....karena bila aku terlambat, aku pasti akan menyesali semuanya.....

 

Teriring Sayang....

 

Ayah Bintang

17 September 2008

 

 


Blog EntryJul 22, '08 8:00 AM
for everyone

Bintangku sudah besar sekarang. Hampir 3 tahun usianya. Mulai terasa kalo aktifnya dia bisa buat repot seisi rumah. Bintang sudah mulai nunjukin emosinya, mulai ngambek kalo marah, atau protes andai ada yang tidak disukainya.

Banyak hal sih yang menyenangkan dari dia, kemampuan bahasanya benar-benar terbentuk dengan baik, terima kasih buat sang bunda yang selalu dongengin dia setiap mau tidur. Sampai sekarang kebiasaan itu berlanjut, setiap mau bobok siang pasti Bintang minta didongengi. Kalo sudah begini, jadilah ayahnya ini bingung nyiapin cerita dan boneka tangan yang biasa jadi maskot acara dongengnya si bintang.

Memang waktu si ayah untuk main dengan Bintang lebih banyak dibanding bundanya, tapi tetap aja sepertinya kurang. Bintangku yang lincah itu lebih banyak menghabiskan waktu mainnya dengan Mbah Putrinya yang juga kadang sibuk dengan ponakanku yang belum genap setahun. Tapi mau bagaimana lagi, paling tidak di akhir pekan kami selalu meluangkan waktu tuk Bintang, main ke riungan HTML Selatan di Cimol, berenang, atau sekedar untuk bercanda bertiga di rumah.

Mungkin di lain waktu, ayah dan bunda mau ajak Bintang tuk lebih banyak jalan-jalan. Sebisa mungkin apa yang belum pernah kami rasakan saat kecil dulu, bisa dia rasakan. We’ll do the best for u dear.....:)

Blog EntryOct 24, '07 10:06 AM
for everyone
NB : mohon maaf jika tidak mencantukan sumbernya, karena memang dapet dari email.........

Surat Terbuka Untuk Anak ku...


Kali ini saya menulis surat tidak kepada presiden, calon presiden atau anggota parlemen, tetapi kepada salah satu penguasa hati saya saja, yakni: anak saya. Juga, bagi anak-anak lain, dan semoga juga Anda dan diri saya sendiri, yang selalu merindukan ketulusan kanak-kanak agar selalu bersemayam di dasar hati.

”Anakku, apakah yang terpikir olehmu ketika kau harus naik sepeda ke sekolah, sementara kawan-kawanmu ada yang bahkan telah punya sepeda motor sendiri?”

”Terima kasih karena kau dengan yakin telah berkilah kepada kawanmu, dan mungkin juga sebetulnya, kepada dirimu sendiri, bahwa biar pun badanmu sudah sebesar orang dewasa, secara jujur, usiamu masih terlalu muda untuk itu.

Jika kaulihat temanmu ada yang diantar oleh mobil pribadi yang mewah, semangati saja mereka untuk belajar juga sebaik mungkin seperti dirimu. Karena fasilitas yang telah mereka dapatkan dari orangtua mereka, bukankah adalah anugerah. Sementara itu, aku setuju denganmu bahwa bersepeda itu sehat.”

”Maafkan aku yang tidak bisa mendapatkan uang terlalu banyak. Tetapi, setiap lembar rupiah yang kudapat, insya Allah, masih semurni semangatmu, dan bukanlah hasil dari kelihaianku menelikung hak orang lain sambil ongkang-ongkang kaki. Doakan agar aku bisa tetap seperti itu. Aku khawatir tak sengaja terperosok suatu hari, karena dari hari ke hari, kebutuhan pokok kok ya semakin sulit saja terpenuhi.”

”Terima kasih untuk kepintaranmu di sekolah. Aku selalu ingat bahwa dalam usia belia, kau sudah punya sistem belajar sendiri yang bahkan kupelajari. Ketika aku sedang sekolah S2 dulu, aku ingat waktu kau menasihati aku, “Bu, bila subjek yang harus dipelajari banyak pada waktu yang bersamaan, belajarlah dalam suasana dan cara yang berbeda.

” Kalau kau ada metode baru lagi, bagikan kepadaku, ya? Bukankah mencari ilmu itu lebih penting dari pada mencari uang? Tamaklah akan ilmu tetapi sederhanakan nafsumu kepada uang. Allah sudah mencukupkan rezekimu. Mari kita pintar-pintar saja merasa cukup. Itu adalah kepintaran yang amat sulit tetapi menantang untuk dipelajari.”

”Jika kini ada seperangkat komputer tua di tanganmu, jangan marah jika aku mengingatkanmu untuk selalu menjaganya, karena kekuasaanmu atasnya hanya untuk menjaganya. Sebaliknya, jika kau ingin mengkritik caraku mendidikmu, katakan saja sejujurnya. Kekuasaanku atasmu juga ada batasnya. Amanah memang tidak pernah mudah, kecuali kita mau saling membatasi dan menjaga.”

”Kuasai sebanyak mungkin bahasa selagi kau masih muda. Tetapi juga, pelajari bahasa sunyi yang abadi, yang akan menghantarkan doa-doamu melambung kepada Yang Maha Esa, setiap detik dan pergantian hari.”

”Selalu kurindukan saat-saat kita bisa berbagi. Kurindukan juga saat-saat kelak kita bisa berbicara bersama dengan bahasa kasih-sayang, tanpa memandang agama, warna kulit, atau pun status sosial. Bukankah kita ini bersaudara, dengan sesama muslim, dengan sesama umat manusia, dan bahkan juga dengan sesama ciptaan Allah; dengan ilalang dan bahkan semut-semut yang melintas di meja makan kita.”

”Ketika kita hanya punya keimanan kepada Tuhan, ketulusan kepada sesama, dan kerinduan untuk menemukan Cinta yang sebenarnya dalam nama-Nya, jangan pernah menyesal. Mari kita berani untuk terus mencari, menemukan dan menyatakannya, apa adanya, sampai akhir hayat kita, karena untuk itulah kita ada.”


Blog EntryOct 19, '07 11:53 AM
for everyone

Senja ini, ketika matahari turun kedalam jurang2mu
aku datang kembali
kedalam ribaanmu, dalam sepimu dan dalam dinginmu

walaupun setiap orang berbicara tentang manfaat dan guna
aku bicara padamu tentang cinta dan keindahan
dan aku terima kau dalam keberadaanmu
seperti kau terima daku

Malam itu ketika dingin dan kebisuan menyelimuti,
Kau datang kembali Dan bicara padaku tentang kehampaan semua

"hidup adalah soal keberanian, menghadapi yang tanda tanya "tanpa kita mengerti, tanpa kita bisa menawar
'terimalah dan hadapilah

dan antara ransel2 kosong dan api unggun yang membara
aku terima ini semua
melampaui batas2 hutanmu, melampaui batas2 jurangmu

Jakarta 19-7-1966
MANDALAWANGI – PANGRANGO ,Soe Hok Gie

....

Puisi diatas menyegarkan kembali ingatanku akan sebuah dunia yang lama tak kujamah lagi. Kisah-kisah lama yg tak pernah hilang dari ingatan, cerita tentang sebuah perjalanan masa muda yg penuh keindahan dengan segala kekurangan dan kelebihannya.
Sejenak terlintas lagi, keheningan, dingin, damai,  desir angin, birunya langit,  meronanya langit saat sunset dan sunrise,  kebebasan,  beningnya embun,  derasnya hujan, pekatnya kabut, sejuknya air, indahnya kebersamaan, tawa canda sahabat...sesuatu yg sulit kudapatkan saat ini...aku dengan semua keterbatasanku, merindukan semua itu...entah kapan lagi....:(

Blog EntryOct 10, '07 9:10 AM
for everyone

Horas, Selamat Idul Fitri 1428 H, molo adong pe na sala panghatai on dohot pangalaho nami, mangido ma’af ma hami, sian bagasan roha nami
Pauk pauk hudali ma pago pago tarugi, Na tading taulahi, na sala ta pauli….

Selamat Idul Fitri 1428 H
Mani maafu lahir te bathin tomo bari-baria kesalahanku.

Sucineng ati, tumatining laku, ngaturaken SUGENG RIYADI bilih wonten kalepatan nyuwun agungi samudro pangaksami.

Kulo nyuwun gunging pangapunten sedanten kalepaten lahir dumugi ning batos boten langkung ngaturaken sugeng Iedul Fitri,
mugi Gusti Allah Ingkang Kuoso paring ridho lan rahmatipun dumateng kito sedoyo.
Amien…
Selamat Idul Fitri 1428 H, mohon maaf lahir & batin atas samua kita pe kesalahan.

Salamaik Hari Rayo Idul Fitri 1428 H, Mohon Maaf Laia Jo Bathin Jiko Ado Salah

Selamet idul fitri 1428 H tunas ampun lahir dan batin.

Kedaling rasa nu pinuh ku bangbaluh hate, urang lubarkeun, ngawengku pinuh ku nyuuh, meungpeung wanci can mustari. Taqabalallahu Minna Wa Minkum
Wilujeng Idul Fitri 1428 H, sim kuring neda dihapunten samudaya kalepatan.
Kuring neda dihapunten kana samudaya kalepatan, boh bilih aya cariosan anu matak ngarahetkeun kana manah, da sadayana oge mung saukur heureuy, manusa mah teu tiasa lumpat tina kalepatan jeung kakhilafan

HALO FREN
Walaupun hati tidak sebening XL dan secerah MENTARI. Banyak khilaf yang buat FREN kecewa, kuminta SIMPATI-mu untuk BEBAS-kan dari ROAMING dosa dan kita semua hanya bisa mengangkat JEMPOL kepadaNYA yang selalu membuat kita HOKI dalam mencari kartu AS selama kita hidup karena kita harus SMART dan FLEXI-bel untuk menerima semua pemberianNYA dan menjadi MATRIX kehidupan ini.. Dan semoga amal kita tidak ESIA²



Blog EntryOct 31, '06 7:55 AM
for everyone

“…waaa….sudah bangun ya ??...“  , dan kusambut tangan yang menggapai itu…..bibir mungilnya tak henti menyimpulkan senyuman manis……

 

“……mandi ya, habis mandi kita jalan-jalan yuk…….” Begitu ucapku lagi...

 

Ya…itu hanya sebagian dari banyak kisah yang selalu membuat aku tersenyum sendiri di kantor….

Dua tahun terakhir ini semuanya berubah…..banyak hal yang membuat aku lebih banyak “mikir” ( kalau ngga bisa dibilang “menjadi dewasa” ). Dan kehadiran si kecil, yang pasti jadi pemicu perubahan itu……aku nggak seperti dulu lagi, semua teredam olehnya…..

Dan akupun meninggalkan semua yang tak pasti, karena disini kutemui yang pasti….karena bintang itu begitu terang, membimbingku pulang ke rumah, rasanya tak sabar untuk pulang dan kembali menikmati sinarannya.

…..dan akhirnya aku pun mengerti….ini jalan yang harus kulalui…..

 

Untuk Syawal Aradya Bintang

Teriring maaf dan sayang,

Dari ayahmu..

 


Blog EntryJul 20, '05 12:24 PM
for everyone

Sutiyoso: Motor akan Dilarang Lewat Jalan Protokol
Niken Widya Yunita - detikcom

Jakarta - Anda pengendara motor? Bersiap-siaplah bersedih. Wilayah edar Anda
akan dibatasi Gubernur Sutiyoso. Jalan protokol seperti Thamrin dan
Sudirman, bakal terlarang bagi Anda.

Ide ini muncul karena Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso mengaku kesulitan
membatasi ruang gerak kendaraan roda dua yang jumlahnya terus melonjak saban
hari.

"Sulit kita lakukan karena space-nya tidak ada. Tetapi kita memang harus
membatasi motor. Terus terang, motor di Jakarta bertambah banyak," kata
Sutiyoso di Gedung Balaikota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Selasa
(19/7/2005).

Dia mengimbau masyarakat menerima kebijakan yang akan dikeluarkan dalam
waktu dekat ini.

"Saya sudah lihat langsung di Hanoi. Kekacauan di jalan didominasi oleh
motor dan Jakarta berpotensi seperti itu. Ya kita nantinya atur seperti itu
seperti di Cina," urainya.

Sutiyoso tidak menyebutkan jalan-jalan protokol yang dimaksudnya. Tapi bukan
rahasia lagi, jalan protokol di Jakarta misalnya Jl Gatot Subroto, Jl MH
Thamrin, Jl Sudirman, silang Jl Medan Merdeka, dan Jl HR Rasuna Said.

Bisa ditebak, jika kebijakan gol, dipastikan ratusan pengguna kendaraan
motor akan ramai-ramai protes. Kita tunggu saja!

 



Blog EntryJul 4, '05 3:27 AM
for everyone
Janganlah kau angkuh melaungkan si dia kepunyaanmu atau demikian sebaliknya
Karena hakikatnya kita tidak pernah memiliki sesiapa
Walau sekeping hati seorang insan
Tidakkah kau sadar
Hukum alam menyatakan
Menyintai tidak semestinya memiliki?

Manusia pandai berpura, berlakon di pentas dunia, dan bertopeng menutup rahasia

Tetapi hati tidak pernah berdusta pada empunya, tentang perasaan yang bergolak di dalamnya

Tidakkah kau sadar mungkin si dia melafazkan ungkapan cinta padamu
Dan kau begitu jujur dan setia menyintainya
sehingga terlupa hukum alam menyatakan menyintai tidak bermakna memiliki

Sesungguhnya...
"Aku tidak pernah memiliki dirimu... dan kau jua tidak memiliki diriku."
Mengertilah kita sebenarnya kepunyaan-Nya
tiada sesiapa berhak memiliki diri kita kecuali Dia
Dia mengasihi hambaNya
Dia memiliki hambaNya
Dan ke pangkuan Dia kita kembali

Blog EntryJul 1, '05 8:29 AM
for everyone

Akhirnya gw tahu kerjaan baru gw apaan...................MENGERIKAN................padahal ini baru MOCK..............udah ga karuan gini...apalagi kalo beneran...bisa-bisa dipecat gw.....

Bisa...Nggak....Bisa...Nggak.....??? Damn......LIYER EUYYYYYYYY.....!!!

Begini susahnya cari duit.............!!!!


Blog EntryJun 30, '05 7:49 AM
for everyone
PILIH, PAKAI, PASANG HELM DENGAN BENAR

Mengapa Harus PILIH Helm yang Benar?

Tidak semua helm memenuhi persyaratan
keamanan.
Helm yang baik adalah yang menutup kepala
secara penuh (full face)
atau terbuka di bagian rahang (open face).
Tipe Full Face memberi perlindungan yang lebih
baik dari angin,
debu, air, batu, dan serangga.
Tipe ini juga memberi perlindungan lebih baik
kepada rahang dan gigi.
Namun demikian keduanya harus memiliki 3 (tiga)
lapisan :
1. Lapisan luar yang keras (hard outer shell)
Didesain untuk dapat pecah jika mengalami
benturan
untuk mengurangi dampak tekanan sebelum
sampai ke kapala.
Lapisan ini biasanya terbuat dari bahan
polycarbonate.
2. Lapisan dalam yang tebal (inside shell or liner)
Berfungsi untuk meredam benturan dan gesekan
ketika helm
bersentuhan dengan obyek tak bergerak.
Tujuannya untuk melindungi tulang tengkorak
dari keretakan.
Biasanya terbuat dari bahan polystyrene
(styrofoam).
3. Lapisan dalam yang lunak (comfort padding)
Merupakan bagian dalam yang terdiri dari bahan
lunak dan kain
untuk menempatkan kepala secara pas dan
tepat pada rongga helm.
Selain itu, helm yang baik juga harus memiliki
tali pengikat dagu (chin
strap)
untuk menahan helm tetap dalam posisi
melindungi kepala ketika terjadi
benturan.


SELALU "KLIK" TALI PENGIKAT DAGU

Mengapa Harus PAKAI Helm ?
~ 8 dari 10 kecelakaan lalu lintas melibatkan
sepeda motor
(Tahun 2004 Polri mencatat dari 17.732
kecelakaan
melibatkan 14.223 unit sepeda motor).
~ 1 dari 3 pengguna sepeda motor yang terluka,
mengalami
cedera kepala (gegar otak).
~ Sebagian dari yang mengalami cedera kepala
berat
mengakibatkan kerusakan otak secara
permanen.
~ Helm yang memenuhi standar keselamatan
dan digunakan dg tepat
akan melindungi pengguna sepeda motor dari
resiko tersebut.

Mengapa harus PASANG Helm dengan Benar ?
Jika suatu kecelakaan menimpa Anda,
helm hanya akan melindungi kepala Anda dengan
baik,
apabila pengikat dagu dikaitkan dengan benar
(ketat tapi nyaman).

JANGAN PERNAH
MENGENDARAI SEPEDA MOTOR
TANPA HELM YANG BENAR

Hal lain yang perlu diperhatikan adalah :
a. Bagi para pemakai kacamata minus atau plus,
harus tetap mengenakannya pada saat
menggunakan helm.
b. Gunakan pula jaket berlengan panjang untuk
perlindungan tambahan,
dengan warna terang agar mudah terlihat oleh
pengguna jalan lainnya,
dan dari bahan yang memantulkan cahaya
(reflektif) agar mudah
terlihat di malam hari.
c. Gunakan sepatu bot atau sepatu tertutup.
Hindari penggunaan sandal atau sepatu
sandal, karena dapat
tersangkut
pada pedal sehingga mengganggu
pengendalian.

UU No.14/1992 Pasal 61 ayat (3)
Sanksi : Pengendara sepeda motor dan
penumpangnya yang tidak memakai helm.
~ dipidana kurungan paling lama 1 (satu) bulan,
atau
~ denda setinggi-tingginya Rp 1.000.000,- (Satu
Juta Rupiah)



Blog EntryJun 28, '05 8:53 AM
for everyone

<<<<<<<<<<< Friends...ada yang tahu film ini ngga ? Desperate banget nyari nih film buat tambahin koleksi film ane....So..kalo ada yang tahu tempat yang jual ini film....tolong deh kasih tahu ane....atau kalo bisa talangin dulu beli, pasti nanti ane ganti.....thanks.......... >>>>>>>>>>>>>>>

Full Throttle (1995)
Cantonese title: Lit Feng Chin Che
Mandarin title: Lie Huo Zhan Che
Literal Translation: Chariot of Fire
100 min./Mei Ah
Director: Derek Yee
Writer (s): Derek Yee/Law Chi-leung
Action director: Bruce Law
Cast: Andy Lau, David Wu, Gigi Leung, Chin Kar-lok, Paul Chun, Helena Law, Tsui Kam-kong, Lau Ying-hung, Ha Ping

Joe is a former champ motorcycle racer forced to resort to illegal street racing to get back at the team that kicked him out. He makes friends with racer David, hoping to start his career again, but he decides to join his old team instead. A racing accident brings Joe closer to his devoted girlfriend, but makes him a nobody among his colleagues. When tragedy strikes, Joe decides to challenge David to a race.

The hazardous sport of motorcycle racing is the backdrop for this great action drama. A Motorcycle Grand Prix is (or was) held in Macau—only a boat ride from Hong Kong. Another true fact is that illegal races are held in Hong Kong in certain stretches of highway early in the morning or late at night when traffic is scarce. Injuries and deaths were reported not only in Macau, but in these illegal races as well. Racers gain respect through racing, but can also provide intimidation and certain attitudes.

It’s in this atmosphere that we meet Joe, who was once the top man in the racing circuit, and always favored to win in Macau. Then he decided to try illegal street racing in Hong Kong and was caught. As a result, his motorcycle and racing license was suspended and he was kicked off the racing team. Now his only way to race is illegally, and challenges his former teammates to early morning pursuits. Recently one of his teammates got in an accident while racing him, which affirms Joe’s status as the best, but at the expense of another. The racers hang out in a local bar, and this is where Joe meets David. He’s a racer from overseas hoping to get to Macau someday, and discovers Joe’s reputation as the best. David wants to make friends with him, but Joe isn’t the easiest to get along with. It’s only after riding around with him and almost getting caught by the police that they start to get to know each other. Joe’s best friend is Jia-le (Kar-lok in Cantonese), also a racer who’s suspicious about David wanting to be friends with him, so he’s very supportive and protective. Another catch is that the bike Joe was using isn’t his—it’s one he “borrowed” from a shop run by his former racing leader. His girlfriend Yee works there, who can’t help but do something for Joe to perhaps strengthen their relationship, which is anything but smooth. She understandably doesn’t like bike racing because of the danger involved, but his stubbornness and love for the sport has made them distant. It’s hard for him to show any affection towards her—he can’t even tell her he’s getting his motorcycle license again, because he’s afraid of how she’s going to react.

Then there’s the topper—his former racing leader Paul is none other than his dad! Their relationship has been practically non-existent ever since Joe’s mom died when he was very young, and his father subsequently remarried since then. He’s the one who kicked Joe off the team, and Paul is the reason why Joe challenges his ex-teammates to illegal races. Things keep getting worse for Joe when he can’t get his racing license. Finally David joins his former team because his father offered a spot to him—that’s something he can’t pass up. This leads to a confrontation on the empty streets of Hong Kong.

This is the stuff I love in a Hong Kong movie of this kind. You could say this is a motorcycle soap opera, and that’s kind of accurate. But the way the script unfolds with its twists and turns (not unlike riding a motorcycle) and the performances the actors give make way for some juicy film watching. You can’t help but enjoy the rapport between Joe and David, and feel frustrated with Yee’s relationship with him as well. Kudos goes to Derek Yee (C’est La Vie, Mon Cheri) who wrote the script as well as provided solid direction for the film.

Then the film gets even better when Joe is involved in a bad motorcycle accident. As they say, things get worse before they get better, and that’s the case for this character. The accident may have the best thing for him and Yee, who now grow closer than they ever could imagine. Of course, Joe can’t help but look up at a billboard picture of a motorcycle, maybe hoping one day he could ride again—and Yee can sense it too. Also, his reputation is tarnished—his past has come back to haunt him, and that’s something that Jia-le cannot tolerate.

To give away any more of the film would ruin the impact of the remaining events of the story. Does he win? Does he lose? Does he die? All I can say the denouement of the climax is something I didn’t expect, yet was very effective and satisfying in itself.

Yee put a great cast together, starting with its star Andy Lau. He looks very lean and charismatic and does well with a character that’s also vulnerable and struggling to make peace with himself as well as others. David Wu (who was raised in Bellevue, WA) always has a “nice guy” kind of image, and here he shows a layer of honor, sensitivity and humor. This was Gigi Leung’s first film, and she definitely shows her potential of being a great actress with her emotional range. Of course, Paul Chun is a veteran actor and is equally effective as the father in this movie. Two surprise performances in the film are Tsui Kam-kong and Chin Kar-lok. Known for either villains or CAT III roles, Tsui shows a gentler side in this film as the bartender who was also an ex-racer, and tries to give advice to Joe on racing as well as life. Chin is known as a stunt double as well as for his martial arts talents in films, but here he gives one of his best acting performances ever as Joe’s devoted friend who has a mother to take care of as well.

Oh, jeez. I almost forgot to mention the racing sequences! These are really well-done, and are obviously performed by professional racers. They know what they’re doing, knowing when to speed up and brake, and leaning the opposite way on turns, their knee practically touching the pavement. And these scenes are all filmed and edited flawlessly, creating tension and excitement. They additionally used point-of-view shots so we can experience what it’s like to speed along a highway. We can also experience what it’s like to be in a crash as the camera slams into a guardrail. The accompanying music also adds a dimension of drama, not just in the racing scenes but in the dramatic moments as well. The songs by star Andy Lau and Faye Wong are featured throughout the movie, using instrumental motifs as well as the original vocal versions. This movie was one of the best to come out of Hong Kong in 1995, a turbulent time in the local industry because of 1997 handover jitters. Films like this still gave hope for filmmakers and film lovers.


 

Sore ini baca berita kecelakaan di Gatot-Subroto, Seorang pengendara Yamaha Scorpio tewas mengenaskan terlindas mobil panther, hanya karena persoalan sepele (baca : ADU KEBUT DI JALAN RAYA). Kronologisnya, dari perempatan pancoran, pengendara Scorpio Z dan King, saling adu kecepatan ke arah Grogol. Menurut saksi, mereka kadang terlihat saling mendahului dan menempel pada jarak yg sangat dekat. Hingga akhirnya, kedua kendaraan mereka saling bersenggolan, dan keduanya pun terpelanting dari motor masing-masing.

Naas bagi pengendara Scorpio, mobil Panther yang melaju kencang di belakangnya belum sempat mengendalikan kendaraannya langsung dihantam oleh truk Paspampres yang juga melaju kencang. Akibatnya, mobil Panther yang terdorong truk Paspampres tersebut langsung menggilas tubuh pengendara Scorpio Z tanpa ampun.

Baca berita ini, bikin tambah sadar betapa pentingnya SAFETY RIDING. Arogansi di jalan semacam itu tidak pernah menghasilkan apa-apa, hanya membahayakan diri sendiri dan orang lain...So.....Ngebut ??? Nggak lagi ah.....Safety Ride Bro 'n Sister...



Blog EntryJun 20, '05 11:13 AM
for everyone

My love unfolds its wings And flies across the time My heart to you it brings For you to keep beyond the time.

Let my love to reach your mind And our souls for life to bind. O... Leave your past behind, Let my love your heart to mind.

Sleep and dream my darling My love your dreams to fill, A song for you to sing, Happiness in you to feel.

All these years, all this time... We watched a different sky, We named a different time, Our hearts the love denied.

Oh, thank you dear God! For the woman I adored, And for showing me the love, That so long I have wanted.

Please don't part us again, Make our life a bliss, Please don't try us again, Give us your blessing kiss


Blog EntryJun 20, '05 11:11 AM
for everyone

 

Sometimes life is too hard to understand. A missery if U'r not able to know which path to choose. U'll be drawning in a pond full of sorrow and sadness. Just tryin to be a good man is not enough, it takes more than that. It takes courages to face the truth...what will be happen is something that we must face. U can't run or hide from it. And things that will occur after that is something that U must understand as a consequences, even if it was horrible than what u think. Just remember, keep the memory and those happy story inside of U. That Let it go...cause God knows what the best for U and when to lead U 2, cause who ever know that maybe God will lead us back to the same spot but with a better momment.



Blog EntryJun 20, '05 11:06 AM
for everyone

Dan rindu itu semakin dalam menusuk ruangnya...

Menatap hampa ke arah sinarnya yang meredup temaram...

Ketika daun nan menghijau memudar dan melayu...

Diantara dua nafas yang saling merindu...

Ada

keinginan yang makin dalam...

Namun meredam dalam kegalauan yang tak kunjung akhir...

Sekilas terangnya sedikit menghibur...

Dalam damai senja ku termenung...

Menantikan embunmu lagi...



Blog EntryJun 20, '05 10:50 AM
for everyone
Setiap saat kumeniti jalur setapak itu...menghela nafas yang tertatih...

Sejuk kurasa...saat manisnya hawa hijau rimba raya merasuk...

Kumeniti jalur itu...membawa ke atas langit...

Dimana kutemui awan menggumpal dalam damai pagi...

Disana kan kutemui ketenangan itu...

Dan sinar mentari mulai menyusup di sela padatnya punggungan...

Beri hangat di tengah bekunya embun upas Semeru...

Tenang dan damai...

Jauh dari bau busuk manusia di sekitarku...

Jauh...Jauh...dan Jauh...

Ingin aku tinggal disana...menjumpai sahabat-sahabat yang lebih dulu pergi...

Tenggelam dalam damai....jauh dari kehidupan ini...

~Puncak Semeru, dini hari~



Blog EntryJun 20, '05 9:27 AM
for everyone

Sabtu, 18 Juni 2005

Malam menjelang pukul 20.00, nomor HP Joko Batak ( seorang Tapanuli yang entah bagaimana bisa bernama Joko...) masuk ke layar HP-ku, kuangkat....disampingku Ari Jhon menatap sambil harap2 cemas...setelah menutup pembicaraan, ari pun bicara..."ngga bisa ya dia ? " dan kujawab dengan anggukan..."ya sudah kita berangkat sekarang...biar ga kemalaman...!" ujarnya lagi.

Tepat pukul 20.00, dua buah motor keluar dari Jl. Samali, Ps. Minggu. Bergegas ke arah Depok. Seperti biasa kami mengambil jalur ke Bogor lewat Depok. Perjalanan cukup lancar, namun sempat terhambat di sekitar Mall Depok. Lepas dari Depok langsung ke arah Bogor, namun lagi-lagi terhambat macet total di pertigaan dekat Kantor PemDa Bogor. Setelah 1/2 jam terjebak macet, akhirnya kembali kami bisa melanjutkan perjalanan.

Entah kenapa, perjalanan kali ini sangat menyenangkan, walau sedikit kecewa karena Joko tak bisa ikut serta. Di pertigaan Gadog, kami sempatkan berhenti sejenak untuk membasahi tenggorokan yang kering. Selanjutnya perjalanan kami teruskan, jalur puncak memang mengasyikan, kelokannya sangat menantang, namun butuh kehati-hatian tinggi. Menuju puncak pas, perjalanan kami cukup terbantu oleh rombongan Thunder Club yang menyalakan lampu hazardnya, otomatis kami langsung mengekor dibelakang mereka....Alhamdulillah sampai di Cibodas lebih cepat, tepat pukul 23.00.

Di Cibodas kami langsung menuju warung mang Idi, tempat yang selalu kami jadikan base camp jika berkunjung ke Cibodas. Sambil menikmati kopi hangat dan sebatang Dji Sam Soe, kami nikmati udara dingin Cibodas malam itu, tanpa tidur.

Cibodas, 19 Juni 2005

Pagi itu rencananya kami akan naik ke Gn. Gede, tapi hanya sampai Payancangan, sambil ambil potret di kawasan air terjun cibeureum. Tepat pukul 09.00 kami mulai melangkah naik. Gn. Gede, sudah hampir dua tahun sejak aku terakhir menjamahnya..semua tampak berubah, trek yang dilalui tampak banyak mengalami pembaruan, nyaris seperti kawasan Gn. Kinabalu di Malaysia. Sambil bercanda mengenang masa lalu dan jepret sana-jepret sini, akhirnya pukul 11 kami sampai di air terjun Cibeureum. Suasana cukup ramai, karena banyak anak2 sekolah yang liburan. Di air terjun pun semua tampak berbeda, lebih rapi, ada wc-nya segala lho...tapi bayar...hehehee ( semua sudah komersil skrg), kalo aku sih tetap memilih semak2 sebagai tempat pipis favorit. Setelah puas berbasah ria dan ambil potret di sana, kami pun berniat kembali ke bawah mengingat cuaca yang mulai mendung dan berkabut.

Sambil berharap bertemu rekan2 yang lain kami berjalan ke bawah, dan benar saja, sesampainya di pos Payancangan kami berjumpa dengan rekan Donal, Murni, Riri ( Anak Gila )...senangnya bertemu dengan mereka. Setelah saling berjabat tangan, kami beristirahat di bawah kerindangan pepohonan gunung gede. Sambil menikmati rokok dan segelas kopi, kami saling bersenda gurau dalam kehangatan persahabatan.

~Gn. Gede~

To all my friend Keluarga Lapangan...wish we can have some time together again...